Adv Space.... Free...!!!

Tutorial Sholat Jenazah



Sering kita lihat saat ada kematian di lingkungan kita, orang yang bertakziyah hanya duduk-duduk atau sekedar ngobrol diantara pentakziyah lain.
Padahal ada amaliyah yang bermanfaat bagi si mayit, keluarga mayit maupun para pentakziyah, yakni melaksanakan sholat jenazah.
 Melaksanakan sholat jenazah hukumnya Fardhu Kifayah, yang artinya bila tidak dikerjakan atau diwakilkan kepada yang lain, maka keluarga almarhum / almarhumah akan menanggung dosa.


Yuk kita sosialisasikan kepada masyarakat kita, ketika bertakziyah akan lebih baik dan memberikan kemanfaatan jika dengan melaksanakan sholat jenazah.
Disini akan kami sampaikan Tutorial Sholat Jenazah
Setelah berwudlu dan memenuhi persyaratan sholat, ikutilah langkah-langkah berikut :
1.      Niat shalat Jenazah ; menurut pendapat madzhab Syafi’i lebih afdhol dilafadzkan, dan lafadznya adalah sebagaimana berikut :
a.      Niat shalat jenazah untuk mayat laki-laki
Ushallii alaa hadzal mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’alaa.
Artinya:
Aku niat shalat atas mayit ini empat takbir fardhu kifayah karena Allah.
b.      Niat shalat jenazah untuk mayat perempuan
Ushallii alaa haadzihil mayyiti arba’a takbiiraatin fardhal kifaayati ma’muuman lillaahi ta’aalaa.

2.     Tata Cara Shalat Jenazah
a.       LakukanTakbir Pertama, dan Setelah takbiratul ihram, yakni setelah mengucapkan “Allahu akbar” sambil meletakan tangan kanan di atas tangan kiri di atas perut (sidekap), kemudian membaca suarah Al-Fatihah.
  1. Setelah selesai membaca Al-Fatihah lalu takbir ke-2 mengucap “Allahu akbar”,Setelah takbir, kemudian dilanjut dengan membaca shalawat
Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammad
Artinya:
“Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad”


Lebih sempurna lagi jika membaca shalawat sebagai berikut:
Allahumma shalli ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa’alaa aali sayidinaa Muhammadin. Kamaa shallaita ‘alaa sayyidinaa Ibrahim wa ‘allaa aali sayyidinaa Ibrahim. Wa baarik ‘alaa sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalii sayyidinaa Muhammad. Kamaa baarakta ‘alaa sayyidinaa Ibrahim wa ‘alaa aali sayyidinaa Ibrahim fil-‘aalamiina innaka hamiidummajid.
Artinya:
“Ya Allah, berilah shalawat atas Nabi Muhammad dan atas keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad dan para keluarganya, sebagaimana Tuhan pernah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan para keluarganya. DI seluruh ala mini Tuhanlah yang terpuji Yang Maha Mulia.”
  1. Lakukanlah takbir yang ketiga dengan mengangkat tangan dan melafal “ Allohu Akbar “ dan bersidekap kembali, kemudian membaca doa:
Allahummaghfir lahuu warhamhu wa’aafihii wa’fu’anhu.
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat dab sejahtera, maafkanlah dia.”

Lebih sempurna lagi jika membaca doa:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ
وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ وَوَسِّعْ مُدْخَلَهُ وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَنَقِّهِ
مِنْ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنْ الدَّنَسِ
وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ
وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ
وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ أَوْ مِنْ عَذَابِ النَّار
Allahummaghfir lahu (lahaa) warhamhu (haa) wa’aafihii (haa) wa’fu ‘anhu (haa) wa akrim nuzulahu (haa) wawassa’madkhalahu (haa) waghsilhu (haa) bil-maa’I watstsalji wal-baradi wanaqqihi (haa) minal-khathaayaa kamaa yu-naqqatats-tsaubul-abyadhu minad-danasi waabdilhu (haa) daaran khairan min daarihi (haa) wa ahlan khairan min ahlihi (haa) wa zaujan khairan min zaujihi (haa) wa adkhilhul jannata wa a’iduhu min ‘adabil qabri wa ‘adabin nar
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dia, dan kasihanilah dia, sejahterakan ia dan ampunilah dosa dan kesalahannya, hormatilah kedatangannya, dan luaskanlah tempat tinggalnya, bersihkanlah ia dengan air, salju dan embun. Bersihkanlah ia dari segala dosa sebagaimana kain putih yang bersih dari segala kotoran, dan gantikanlah baginya rumah yang lebih baik dari rumahnya yang dahulu, dan gantikanlah baginya ahli keluarga yang lebih baik daripada ahli keluarganya yang dahulu, dan peliharalah ia dari siksa kubur dan azab api neraka.” (HR. Muslim)
* Jika mayit perempuan kata lahu diganti menjadi lahaa.
Bacaan Shalat jenazah anak
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ فَرَطًَا لِاَبَوَيْهِ وَسَلَفًا وَذُخْرًا
وَعِظَةً وَاعْتِبَارًا وَشَفِيْعًا وَ ثَقِّلْ بِهِ مَوَازِيْنَهُمَا
وَاَفْرِغِ الصَّبْرَعَلىٰ قُلُوْبِهِمَا وَلاَ تَفْتِنْهُمَا بَعْدَهُ
وَلاَ تَحْرِ مْهُمَا اَجْرَهُ
Allahummaj’alhu faratan li abawaihi wa salafan wa dzukhro
wa’idhotaw wa’tibaaraw wa syafii’an wa tsaqqil bihii mawaa ziinahuma
wa-afri-ghish-shabra ‘alaa quluu bihimaa wa laa taf-tin-humaa ba’dahu
wa laa tahrim humaa ajrahu
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah ia sebagai simpanan pendahuluan bagi ayah bundanya dan sebagai titipan, kebajikan yang didahulukan, dan menjadi pengajaran ibarat serta syafa’at bagi orangtuanya. Dan beratkanlah timbangan ibu-bapaknya karenanya, serta berilah kesabaran dalam hati kedua ibu bapaknya. Dan janganlah menjadikan fitnah bagi ayah bundanya sepeninggalnya, dan janganlah Tuhan menghalangi pahala kepada dua orang tuanya.”
  1. Kemudian lakukan  takbir keempat, dengan mengangkat tangan dan melafal “ Allohu Akbar “ dan bersidekap kembali, kemudian membaca doa:
اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْناَ أَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِنَا بَعْدَهُ وَاغْفِرْ لَناَ وَلَهُ
Allahumma laa tahrimnaa ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfir lanaa wa lahu.
Artinya:
“Ya Allah, janganlah kiranya pahalanya tidak sampai kepada kami (janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya), dan janganlah Engkau member kami fitnah sepeninggalnya, dan ampunilah kami dan dia.”
  1. Dan akhiri prosesi sholat jenazah dengan salam, membaca:
As-sallamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakaatuh.
Artinya:
“Keselamatan dan rahmat Allah semoga tetap pada kamu sekalian.”

Keutamaan Shalat Jenazah adalah :
Rasulullah SAW. bersabda:
  • “Barang siapa menghadiri jenazah sampai jenazah itu disalati, maka ia mendapatkan satu qirath. Dan barang siapa menghadirinya sampai jenazah itu dikuburkan, maka ia mendapatkan dua qirath. Ada yang bertanya: Apakah dua qirath itu? Rasulullah saw. bersabda: Sama dengan dua gunung yang besar.” (HR Abu Hurairah)
  • “Barang siapa menyalati jenazah, maka ia mendapatkan satu qirath. Jika ia menghadiri penguburannya, maka ia mendapatkan dua qirath. Satu qirath sama dengan gunung Uhud.” (HR Tsauban).

Note:
·         Doa di atas merupakan doa untuk jenazah laki laki satu, jika mayit ada dua orang laki laki, maka HU diganti dengan HUMA.
·         Jika mayyit yang di sholatkan banyak dan berkelamin pria maka HU diganti HUM.
·         Untuk campuran jenazah laki laki dan perempuan yang ketika digabung menjadi berjumlah banyak maka, bisa pakai HUM.
·         Untuk jenazah perempuan gunakan LAHAA.
·         Jika mayat perempuannya berjumlah banyak gunakan HAA.
Sekian Tutorial lengkap mengenai niat, bacaan dan tata cara shalat jenazah. Semoga ilmu ini bermanfaat dunia akhirat. Aamiin

Ditulis Oleh

Kami hanya menyajikan tutorial praktis untuk amaliyah jamaah Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyyah

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2016 Tutorial Aswaja. Dilindungi Undang-undang. |

Back To Top